Apel menjadi salah satu buah yang juga banyak disukai oleh orang. Selain bisa dimanfaat daging buahnya, ternyata cuka sari apel bisa bermanfaat juga. Apalagi jika Anda mengonsumsinya secara teratur.

Cuka apel seringkali dijadikan bahan pokok yang pasti ditemukan di ruang dapur. Selain itu, cuka apel juga merupakan salah satu obat rumahan yang populer yang dinilai dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit.

Ternyata selain sebagai obat, cuka apel juga dinilai mampu menurunkan berat badan. Kandungan sifat antimikroba dan antioksidan di dalamnya dapat membantu mencegah infeksi dan melepaskan racun berbahaya yang ada di dalam tubuh.

Mengutip laman Time of India, Rabu (23/12/2020), ada enam alasan kenapa Anda harus mengonsumsi cuka apel secara teratur. Berikut penjelasannya.

1. Memiliki sifat antibakteri dan antioksidan

Seperti dikatakan sebelumnya, cuka apel memiliki kandungan antibakteri serta antioksidan yang bagus untuk tubuh. Karena kandungan tersebut, cuka apel dinilai dapat membunuh patogen, termasuk bakteri di dalamnya.

Dahulu, cuka apel digunakan sebagai bahan disinfektan dan bertujuan untuk pembersihan. Selain dapat membunuh bakteri, cuka apel juga bisa membantu mengawetkan makanan untuk jangka waktu yang lebih lama.

2. Menurunkan kadar gula darah

Tak hanya untuk mengawetkan makanan, cuka apel juga dinilai mampu mengobati diabetes tipe 2. Menurut beberapa penelitian, cuka apel bisa meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 19-34 persen selama terdapat makanan berkarbohidrat tinggi dan secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah dan respon insulin.

3. Membantu menurunkan berat badan

Menurut berbagai penelitian, cuka apel juga dinilai mampu menurunkan berat badan. Saat Anda mengonsumsinya, Anda akan merasa lebih kenyang sehingga dapat mencegah dari asupan makanan berkalori tinggi. Jika begitu, cuka apel dapat membantu perjalanan Anda untuk menurunkan berat badan.

4. Mengurangi Kolestrol

Sesuai penelitian yang pernah ada, cuka apel dapat mengurangi kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol LDL yang ada di dalam tubuh seseorang.

Sementara dalam penelitian yang lebih mendalam, cuka apel diyakini memang memiliki khasiat untuk menunrunkan tingkat kolesterol pada tubuh.

5. Meningkatkan kesehatan jantung

Dengan mengonsumsi cuka apel secara teratur, bukan hanya dapat menurunkan kolesterol, tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan jantung.

Dengan begitu, selanjutnya tentu bisa meminimalkan risiko stroke yang terjadi. Asam alfa-linolenat yang terkandung dalam cuka apel, ternyata dapat mengurangi risiko penyakit jantung pada wanita.

6. Meremajakan kulit

Kegunaan cuka apel tidak hanya untuk kesehatan tubuh serta dapat mengurangi risiko penyakit, tetapi juga membantu menguatkan kulit dan meremajakannya secara maksimal.

Karena adanya sifat antibakteri yang terkandung, itu dapat mencegah infeksi kulit yang terkait dengan eksim dan kondisi kulit lainnya.

Kolestrol merupakan salah satu zat yang mirip dengan lemak atau biasa disebut lipid atau sterol. Zat tersebut diproduksi di hati dan bersilkulasi di dalam darah sehingga dapat membantu segala proses dalam tubuh.

Layaknya manusia, hewan sekalipun memiliki Kolestrol. Ini artinya kolesterol ada di dalam daging, susu, dan juga telur.

https://22425482362c98446c1995d4b03550fc.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html

Konsumsi 4 Buah Ini buat Penderita Kolesterol

Liputan6.com

07 Jan 2021, 20:26 WIB

12

Liputan6.com, Jakarta Kolesterol merupakan salah satu zat yang mirip dengan lemak atau biasa disebut lipid atau sterol. Zat tersebut diproduksi di hati dan bersilkulasi di dalam darah sehingga dapat membantu segala proses dalam tubuh.

Layaknya manusia, hewan sekalipun memiliki kolesterol . Ini artinya kolesterol ada di dalam daging, susu, dan juga telur.

BACA JUGA

Beberapa makanan yang mengandung kolesterol terasa baik-baik saja. Namun, jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan masalah.

Kelebihan tersebut akan tersimpan dalam arteri yang nantinya akan menyebabkan risiko penyakit jantung.

Salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol adalah dengan mengonsumsi buah yang tinggi serat serta mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Melansir laman Livestrong, Jumat (7/1/2021), berikut ini beberapa jenis buah yang bisa dikonsumsi bagi penderita kolesterol.

 1. Jeruk Bali

Sebuah studi “Journal of Agricultural and Food Chemistry” dari American Chemical Society di Universitas Ibrani Yerusalem melaporkan pada tahun 2006 bahwa orang dengan kadar kolesterol yang tinggi dapat mengalami penurunan secara signifikan dengan memakan satu porsi jeruk bali dalam sehari. Rutinitas itu dilakukan setidaknya dalam waktu sebulan.

Jeruk bali yang berwarna putih dan merah dinilai berhasil menurunkan kolesterol. Jeruk bali berwarna merah dinilai lebih efektif dan memberikan efek lebih besar pada kadar trigliserida.

Penulis studi yang dipimpin oleh Shela Gorinstein, PhD, itu mengeluarkan teori bahwa sifat antioksidan jeruk bali bertanggung jawab atas efek penurunan kolesterol.

2. Apel

Selain jeruk bali, apel juga mengandung serat yang banyak memiliki manfaat. Menurut Mayo Clinic, buah ini pun telah terbukti dapat menurunkan tingkat lipoprotein densitas rendah.

Lipoprotein densitas rendah dianggap sebagai kolesterol jahat karena dapat membentuk endapan di arteri. Jika sudah mengendap seperti itu, nantinya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain apel, Mayo Clinic pun menyarankan untuk mengonsumsi pir atau plum sebagai buah berserat tinggi lain yang dapat menurunkan kolesterol.

3. Buah Beri

Sejumlah penelitian menemukan bahwa stroberi, blueberi, dan keluarga beri lainnya dapat membantu menurunkan kolesterol LDL. Sebuah studi yang dilakukan oleh A. Basu dan koleganya di Oklahoma Sate University pada tahun 2009 melakukan penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam “Nutrition Journal”.

Mereka menemukan bahwa wanita yang makan bubuk stroberi kering beku dalam minuman dinilai mampu menurunkan LDL dan kadar kolesterol. Penurunan tersebut bisa terjadi secara siginifikan hanya dalam waktu empat minggu.

Dalam studi lain, penelitian yang dipimpin oleh Edwin Frankel, PhD, dari University of California Davis yang hasilnya diterbitkan dalam “Journal of Agricultural and Food Chemistry” pada tahun 1998 menunjukkan bahwa rasberi merah, ceri manis, bluberi, dan stroberi dinilai mampu menurunkan kadar kolesterol LDL.

 4. Jus Jeruk

Siapa sangka jeruk pun dinilai mampu menurunkan kadar kolesterol. Banyak jenis jeruk yang diperkaya dengan sterol tumbuhan, menurut Mayo Clinic zat tersebut dapat menurunkan kadar kolesterol LDL hingga 10 persen.

Jus jeruk juga telah terbukti dalam studi klinis yang dapat meningkatkan HDL atau kadar kolesterol baik. tingkat HDL yang tinggi tentu baik untuk kesehatan karena HDL dapat membantu memindahkan kolesterol keluar dari arteri dan kembali ke hati untuk selanjutnya dibuang.

Dalam studi lain yang dilaporkan oleh Elzbieta M. Kurowska dan rekannya dalam “American Journal of Clinical Nutrition” pada tahun 2000 menunjukkan bahwa seorang pria dan wanita yang minum setidaknya 750 ml jus jeruk sehari dapat meningkatkan kadar HDL hingga sebesar 21 persen. Dengan begitu jus jeruk dinilai dapat menurunkan risiko kolesterol.

GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi yang membuat tidak nyaman.

“Bukan hanya muncul gejala seperti terbakar di dada, panas di dada, sakit dada, seperti sakit jantung, regurgitasi atau makanan asam naik ke mulut. Namun juga ada gejala lain seperti batuk, serak, sakit menelan, erosi gigi, nyeri dada, rasa pahit di lidah, rasa terganjal di kerongkongan,” kata Dokter spesialis penyakit dalam, Rabbinu Rangga Pribadi dalam webinar “Kupas Tuntas Penyakit asam lambung” ditulis Senin (22/2/2021).

Hal inilah, kata Rabbinu, yang seringkali membuat pasien GERD sulit beraktivitas atau bahkan tidak bisa tidur. Untuk itu, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut.

– Berbaring minimal tiga jam setelah makan

– Hindari makan dalam jumlah besar pada saat malam hari

– Hindari mengemil di malam hari

– Tidur dengan meninggikan kepala (sekitar 20cm)

Hindari juga makanan tinggi asam dan lemak yang perlu dihindari saat GERD, seperti keju, cokelat, gorengan, tomat, jeruk nipis, peppermint, minuman beralkohol dan minuman bersoda.

Cara Tidur yang Dianjurkan Dokter Saat GERD Muncul

Fitri Syarifah

22 Feb 2021, 19:00 WIB

23

Liputan6.com, Jakarta – GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi yang membuat tidak nyaman.

“Bukan hanya muncul gejala seperti terbakar di dada, panas di dada, sakit dada, seperti sakit jantung, regurgitasi atau makanan asam naik ke mulut. Namun juga ada gejala lain seperti batuk, serak, sakit menelan, erosi gigi, nyeri dada, rasa pahit di lidah, rasa terganjal di kerongkongan,” kata Dokter spesialis penyakit dalam, Rabbinu Rangga Pribadi dalam webinar “Kupas Tuntas Penyakit Asam Lambung” ditulis Senin (22/2/2021).

BACA JUGA

Hal inilah, kata Rabbinu, yang seringkali membuat pasien GERD sulit beraktivitas atau bahkan tidak bisa tidur. Untuk itu, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut.

– Berbaring minimal tiga jam setelah makan

– Hindari makan dalam jumlah besar pada saat malam hari

– Hindari mengemil di malam hari

– Tidur dengan meninggikan kepala (sekitar 20cm)

Hindari juga makanan tinggi asam dan lemak yang perlu dihindari saat GERD, seperti keju, cokelat, gorengan, tomat, jeruk nipis, peppermint, minuman beralkohol dan minuman bersoda.2 dari 4 halaman

Obat-obatan untuk mengobati GERD

Dokter Rabbinu juga menyebutkan beberapa obat-obatan yang bisa menyembuhkan GER seperti antasida, atau meminta saran dokter untuk obat-obatan seperti H-2 receptor blockers: ranitidin, famotidin dan omeprazol, lansoprazol, pantoprazol, rabeprazol, esomeprazol.

“Terdapat durasi terapi pada pasien GERD yaitu 8 minggu. Setelah durasi tersebut, maka )kondisi pasien) akan dievaluasi dokter sehingga pasien GERD tidak perlu minum obat seumur hidup,” jelasnya.

Selain menyegarkan saat dikonsumsi, Buah Semangaka juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Tak mengherankan, bila Semangaka satu di antara Buah yang disukai banyak orang.

Semangka biasanya dimakan secara langsung. Tapi, banyak orang membuat minuman Jus Semangka untuk dikonsumsi.

Untuk diketahui, semangka yang rendah karbohidrat dan tinggi serat mengandung asam amino. Misalnya, I-citruline dan karotenoid seperti likopen.

Bukan hanya itu. Mengonsumsi semangka ternyata dapat memenuhi 17 persen kebutuhan harian vitamin A dan 21 persen kebutuhan harian vitamin C.

Penasaran seperti apa saja manfaat yang didapat jika mengonsumsi jus semangka? Simak ulasan yang dikutip dari Boldsky, Selasa 6 April 2021.

1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

-Selain itu, jus semangka dapat merangsang proses keluarnya keringat untuk meminimalkan panas tubuh, menyeimbangkan elektrolit tubuh. Sebab, kandungan air semangka yang tinggi bisa memberikan kesejukan bagi tubuh.

Vitamin C di dalam jus semangka juga membantu meningkatkan kekebalan dan memperkuat tubuh.

2. Meningkatkan Pencernaan

Semangka juga kaya kandungan air dan serat, sehingga mendorong kesehatan pencernaan. Dua vitamin antioksidan penting seperti vitamin C dan vitamin A dalam jus semangka dapat meningkatkan mikrobioma usus yang baik. 

Ini jelas membantu meningkatkan pencernaan yang kerap melemah dan lebih lambat. Apalagi di saat cuaca panas.

Likopen dalam jus juga membantu mengatasi banyak masalah pencernaan seperti kembung.

3. Memberikan Energi

Diketahui pula, jus semangka menyediakan sekitar 30 kkal energo per 100 g jus. Untuk itu, jus semangka bisa menjadi minuman penambah energi instan lantaran adanya vitamin C, vitamin A dan magnesium. 

Nutrisi tersebut dikenal sebagai bahan bakal sel dengan energi dan meningkatkan kekuatan.

4. Buang Racun

Semangka juga dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Kandungan mineral kalium yang tinggi dalam jus semangka membantu meningkatkan fungsi ginjal dan menyaring kelebihan asam urat, gula dan racun lain yang ada dalam darah.

5. Jaga pH Tubuh

Kadar asam basa atau pH tubuh kita menurun dengan peningkatan suhu. Ketika pH menurun, tubuh menjadi asam yang menyebabkan kondisi seperti disfungsi hati, gagal jantung dan hipoglikemia. 

Karena itu, jus semangka dapat membantu menjaga pH tubuh secara alami dan mencegah infeksi.

Makanan yang lezat memang membuat orang merasa senang. Namun, tidak semua makanan lezat itu sehat. Seseorang harus selalu memperhatikan hal ini dengan hati-hati.

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Melansir dari laman magforwoman, berikut ini adalah kebiasaan makan yang buruk sehingga dapat menyebabkan diabetes.

1. Melewatkan Sarapan

Jika diibaratkan seperti kerajaan, makan pagi sampai malam sebenarnya memiliki kedudukan yang memiliki porsi yang berbeda. Sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti orang miskin.

Namun terkadang justru sebaliknya, Anda mungkin memiliki jadwal makan yang kacau, akibatnya makan malam terlalu banyak dan sarapan hanya mengonsumsi tidak lebih dari segelas susu.

Hal ini menyebabkan kemungkinan obesitas yang tinggi, yang pada gilirannya akan menyebabkan diabetes.

2. Berlebihan Makan Makanan Manis

Anda mungkin menyukai semua makanan manis yang menggoda. Perlu Anda tahu berapa batas gula dan seberapa aman itu untuk dikonsumsi. Selain mengonsumsi makanan manis, jika Anda tidak melakukan pembakaran, kemungkinan besar hal itu akan menyebabkan diabetes.

3. Makanan Cepat Saji

Jika mengonsumsi makanan yang sangat berminyak dan berlemak, Anda memiliki kemungkinan besar terkena diabetes. Kurangi semua hal berdosa itu yang memang lezat dan temukan alternatif yang lebih sehat seperti makanan yang dimasak dengan minyak zaitun, keju rendah lemak, tahu, dan alternatif lain semacamnya.

4. Binge Eating Disorder (BED)

BED bukanlah hal yang baik untuk kesehatan. BED merupakan perilaku makan yang menyimpang, biasanya penderita sering makan dalam jumlah yang sangat banyak dan sulit menahan godaan tentang makanan.

Jenis kalori yang disimpan tubuh saat Anda makan berlebihan tidaklah nyata. Tubuh segera masuk ke mode penyimpanan lemak dan sementara Anda merasa nyaman dengan diri sendiri sehingga memakan semua makanan lezat, lalu tubuh Anda mungkin akan menuju diabetes.

5. Makan Tidak Teratur

Jika Anda tidak makan setidaknya tiga kali sehari dan kemudian makan enam kali pada hari yang lain dan kemudian tidak makan sama sekali, dan terus mengikuti pola makan yang aneh, maka tubuh akan menjadi bingung dan tidak tahu bagaimana mengatasinya.

Kemungkinan Anda makan apa pun kecuali makanan rumahan, dan tahu bahwa itu akan menyebabkan penyakit diabetes.