Manfaat vitamin B1 sangat banyak, di antaranya mencegah penyakit ginjal, mencegah katarak, dan memperbaiki fungsi otak. Manusia membutuhkan pasokan vitamin B1 secara terus menerus karena tidak disimpan di dalam tubuh. Ini harus menjadi bagian dari makanan sehari-hari.

Saat tubuh kekurangan asupan vitamin B1, maka sistem saraf ikut terganggu. Gejala yang dialami seperti, hilangnya sensasi di tangan dan kaki, berjalan tidak stabil, dan keseimbangan yang buruk, nyeri pada otot, hingga masalah mata. Kekurangan ekstrem memburuk menjadi kondisi otak yang disebut ensefalopati Wernicke.

Vitamin B1 disebut juga tiamin, termasuk jenis vitamin B yang berfungsi mengubah asupan karbohidrat menjadi energi.

Berikut beberapa manfaat vitamin B1 bagi kesehatan, ketahui pula dosis tepat dan efek samping bila berlebihan.

  1. Mengobati Penyakit Alzheimer
    Manfaat vitamin B1 bagi kesehatan yang pertama ialah baik bagi penderita alzheimer. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Alzheimer’s Disease and Other Dementias, para ilmuwan telah melihat tiamin sebagai pengobatan sakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara.
  2. Mengurangi Stres
    Selain disebut tiamin, vitamin B1 juga dikenal sebagai vitamin antistres. Dikutip dari Hellosehat, seorang spesialis kandungan sekaligus ahli kesehatan wanita dari Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, dr. Sherry Ross, asupan vitamin B1 mampu membantu mengendalikan suasana hati. Serta gangguan fisiologis akibat stres.

Asupan vitamin B1 dari makanan atau suplemen yang cukup, membuat seseorang menjadi lebih tenang, berpikir positif, dan berusaha melawan stresnya sendiri yang mengganggu pikiran.

  1. Memperbaiki Fungsi Otak
    Masih perihal wilayah kesehatan fungsi berpikir atau otak manusia. Mengutip dari Livescience, manfaat vitamin B1 sangat baik dalam membantu memperbaiki fungsi otak. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan dalam meningkatkan fungsi kognitif para pasien alzheimer, epilepsi, autis, dan pecandu alkohol.
  2. Mencegah Katarak
    Mengutip dari Mayoclinic, mengungkapkan bahwa penggunaan tiamin atau vitamin B1. Baik dengan suplemen vitamin lain, dapat mengurangi kemungkinan Anda terkena katarak.
  3. Mencegah Penyakit Ginjal
    Manfaat vitamin B1 bagi kesehatan selanjutnya ialah bermanfaat bagi penderita diabetes yang berisiko terkena penyakit ginjal. Hal ini telah dipublikasikan oleh para peneliti di University of Warwick di Inggris.

Berdasarkan jurnal online Diabetologia, menunjukkan bahwa tiamin dosis tinggi mencegah perkembangan mikroalbuminuria (penyaring ginjal bocor, protein albumin masuk urine) pada diabetes eksperimental.

  1. Meringankan Penderita Autis
    Dilansir dari The Natural Doctors, sebuah penelitian kecil pada anak-anak dengan Autisme menunjukkan perbaikan klinis. Setelah anak mendapatkan suplemen Tiamin selama 2 bulan, nampak perbaikan klinis pada gejala autis.
  2. Meningkatkan Imunitas
    Manfaat vitamin B1 bagi kesehatan berikutnya sering diandalkan oleh banyak atlit. Mengonsumsi suplemen tiamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, dipercaya baik untuk meringankan beberapa penyakit meliputi:
  • HIV/ AIDS
  • Sariawan
  • Glaukoma dan gangguan penglihatan lain
  • Kanker serviks
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Mabuk
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut oleh para ahli, guna memperkuat bukti manfaat vitamin B1 bagi kesehatan.

Efek Samping Vitamin B1 Berlebihan
Mengutip dari Medical News Today, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA),tidak mengkonfirmasi bahaya apa pun dari terlalu banyak vitamin B1. Tetapi memperingatkan tentang penggunaan suplemen.

Sehingga masih terbilang aman, bila Anda mengonsumsi vitamin B1 dari beberapa makanan, seperti buah dan sayur. Namun patut diwaspadai dengan kadar suplemen obat bebas maupun obat resep. Serta bagi Anda yang memiliki alergi terhadap vitamin B1 sintetis (tiamin).

Dilansir dari Alodokter, bila dosis melebihi angka kecukupan gizi (AKG). Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin. Namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Bicaralah dengan dokter Anda sebelum mengambil suplemen vitamin B1. Itu kunci utama, memastikan bahwa Anda memiliki keseimbangan vitamin B yang tepat bagi tubuh.

Dosis Vitamin B1
Demi mencegah efek samping dari konsumsi vitamin B1 yang berlebihan, patut mengetahui dosis yang tepat. Melansir dari National Institutes of Health, dosis yang direkomendasikan (AKG) tiamin atau vitamin B1 yang diminum adalah 1,2 milligram untuk pria. Serta 1,1 milligram untuk wanita di atas usia 18 tahun.

Sedangkan untuk wanita hamil atau menyusui dari segala usia, bisa mengonsumsi 1,4 milligram setiap hari. Lebih rincinya, berdasarkan penelitian ilmiah, berikut dosis yang disarankan, mengutip dari WebMD:

  1. Sebagai cara mengurangi risiko terkena katarak, 10 mg tiamin telah digunakan.
  2. Untuk kerusakan ginjal pada penderita diabetes (nefropati diabetik): 100 mg tiamin tiga kali sehari selama 3 bulan telah digunakan.
  3. Mengatasi kram menstruasi (dismenore): 100 mg vitamin B1, sendiri atau konsumsi bersama 500 mg minyak ikan. Minum setiap hari hingga 90 hari.
  4. Sebagai suplemen makanan pada orang dewasa, 1-2 mg tiamin per hari.
  5. Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk vitamin B1 berdasarkan usia:
  • Bayi 0-6 bulan, 0,2 mg.
  • Bayi 7-12 bulan, 0,3 mg.
  • Anak 1-3 tahun, 0,5 mg.
  • Anak-anak 4-8 tahun, 0,6 mg.
  • Anak laki-laki 9-13 tahun, 0,9 mg.
  • Pria 14 tahun ke atas, 1,2 mg.
  • Perempuan 9-13 tahun, 0,9 mg.
  • Wanita 14-18 tahun, 1 mg.
  • Wanita di atas 18 tahun, 1,1 mg.
  • Wanita hamil, 1,4 mg dan wanita menyusui, 1,5 mg.
  • Pria 19-50, 1,2 mg.
  • Wanita 19-50, 1,1 mg.
  • Pria di atas 51 tahun, 1.2 mg.
  • Wanita di atas 51 tahun, 1.1 mg.
  1. Penggunaan injeksi, khusus gangguan otak yang disebabkan oleh rendahnya kadar tiamin (sindrom Wernicke-Korsakoff). Pihak medis, biasanya memberikan suntikan yang mengandung 5-200 mg tiamin sekali sehari selama 2 hari.