Air merupakan komponen penting bagi kehidupan. Fakta menarik dari air itu adalah kandungan air dalam tubuh manusia sekitar 60% – 70% dari berat tubuh.

Mengonsumsi air putih yang banyak dapat membantu menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh, seperti keringat dan buang air. Dengan minum air putih, tubuh akan berfungsi secara optimal dan tetap sehat.

Kebanyakan orang terbiasa mendapatkan air minum dari keran, sumur, atau pun sungai. Namun, pernahkah kamu mencoba untuk minum air hujan? Berikut fakta menarik dari air hujan.

Berpotensi berbahaya bagi kesehatan tubuh :
Secara inheren, tidak ada yang salah dengan air hujan. Faktanya, sebagian orang justru bergantung pada air hujan sebagai sumber utama air minum mereka. Namun, air hujan tidak selalu aman untuk dikonsumsi, lho.

Beberapa faktor fisik dan lingkungan dapat dengan cepat mengubah air hujan yang segar dan bersih berpotensi bahaya untuk kesehatan tubuh. Air tersebut dapat mengandung parasit, bakteri berbahaya, bahkan virus yang dapat menyebabkan penyakit.

Air hujan yang jatuh di area tercemar dan terkontaminasi dengan kotoran tentu tak bisa dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu, mengonsumsi air hujan secara langsung tanpa mengolahnya lebih dulu tidak disarankan.

Berbagai klaim manfaat air hujan

Ada berbagai klaim yang menyatakan air hujan memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Sayangnya, belum ada bukti secara ilmiah yang mendukung mayoritas klaim tersebut.

Salah satu klaim manfaat dari mengonsumsi air hujan adalah dapat meningkatkan pH darah karena air hujan lebih basa daripada air keran. Namun, air hujan tak mengubah pH darah secara signifikan.

Selain itu, air hujan biasanya tak bersifat basa. Sebaliknya, ini cenderung sedikit asam dengan pH sekitar 5,0-5,5. Akan lebih asam jika menampung air hujan dari lingkungan yang banyak polusi udaranya.

Meskipun mengumpulkan air hujan adalah cara yang mudah untuk mendapatkan air minum, hal ini tetap tidak aman untuk tubuh. Polusi lingkungan, bakteri berbahaya, dan parasit yang mencemari air hujan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Cara agar air hujan dapat dikonsumsi

Untuk dapat mengonsumsi air hujan, Anda perlu melakukan metode panen air hujan dengan benar dan menjaga kebersihan air hujan itu sendiri. Mutu kebersihan air hujan akan ditentukan oleh kebersihan area tangkapan, talang, dan bak penampung. Atap tentu kotor karena terkena debu atau kotoran, maka atap dapat mencemari air yang tersimpan serta menumpuk sedimen di dalam bak penampung.

Untuk menyaringnya, Anda bisa menggunakan media seperti kerikil dan menaruhnya di depan bak penampungan.

Anda juga perlu menguji kondisi air, sistem panen air hujan, dan membersihkan permukaan area tangkapan air talang secara rutin. Hal ini untuk meminimalisir akumulasi kotoran dan menjaga kualitas air tetap terjamin.

Sebelum Anda menyiram toilet setelah buang air kecil, sebaiknya intip warna urine Anda. Idealnya warna urine dalam spektrum kuning dan tembus cahaya yang menandakan ginjal Anda berfungsi dengan baik.

Namun jika warna urine ternyata keruh atau sedikit lebih buram dari biasanya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Karena mungkin menandakan salah satu dari hal berikut ini, sebagaimana dilansir dari Health.

  1. Infeksi saluran kemih (ISK)

“Infeksi saluran kemih (ISK) biasanya menyebabkan urine keruh,” kata ahli urologi Ketan Badani, MD, di Mount Sinai di New York.

Urine yang keruh bisa menandakan beberapa hal, tapi yang paling umum adalah infeksi saluran kemih, kata dia. Jika Anda menderita ISK, Anda mungkin melihat gejala lain seperti rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil, atau frekuensinya lebih sering dari biasanya. Kabar baiknya adalah dokter dapat mendiagnosis ISK setelah mendapatkan sampel urine, dan infeksi ini biasanya dibersihkan dengan antibiotik.

  1. Dehidrasi

“Tidak minum cukup air juga dapat menyebabkan warna urine keruh,” kata ahli urologi Sandip Vasavada, MD, di Klinik Cleveland. Jika Anda dehidrasi, warna urine Anda mungkin sedikit lebih gelap dari biasanya. Kabar baiknya, tentunya Anda bisa mengatasi masalah ini dengan memprioritaskan asupan air Anda.

  1. Diet

“Sama seperti makanan tertentu yang dapat mempengaruhi bau urine Anda, diet Anda dapat menyebabkan urine Anda terlihat keruh atau seperti susu,” kata Dr. Vasavada. Secara khusus, sayuran tertentu dapat memiliki pengaruh ini, meskipun sayuran mana yang dimaksud belum terdata dengan baik, katanya.

  1. Batu ginjal

Urine yang berbau dan keruh adalah tanda-tanda batu ginjal (endapan keras dari zat yang terkandung dalam urine yang dapat ditemukan di sepanjang saluran kemih). Gejala yang muncul akibat batu ginjal yaitu sakit punggung atau sakit di sisi ginjal, menggigil, demam, darah dalam urine, rasa terbakar saat Anda buang air kecil, dan muntah, menurut US National Library of Medicine.

  1. Klamidia
    Jika Anda melihat urine terlihat keruh dan Anda pernah melakukan hubungan seks yang tidak aman, infeksi menular seksual (IMS) bisa menjadi penyebabnya.

Menurut Stanford Health Care dari Stanford University School of Medicine, khusus klamidia dapat menyebabkan urine keruh. Selain itu, klamidia juga dapat menyebabkan keluarnya cairan yang tidak normal, nyeri saat buang air kecil, gatal pada kelamin, demam, dan gejala lainnya.

  1. Peradangan

Dr. Badani menjelaskan peradangan dapat menyebabkan urine terlihat keruh. Menurut National Health Service di Inggris, sistitis (radang kandung kemih) dapat menyebabkan urine terlihat keruh. Gejala sistitis lainnya termasuk urine berwarna gelap atau bau, rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil, dan harus buang air kecil lebih sering dari biasanya.

  1. Lendir

Jika ada lendir di urine Anda, itu bisa membuat kencing Anda terlihat keruh, namun itu normal. Kecuali jika jumlahnya berlebih maka itu menunjukkan kondisi kesehatan Anda. Tunjukkan sampel urine Anda kepada dokter untuk membantu dokter menentukan jumlah lendirnya normal atau tidak. Jika tidak maka bisa mengindikasi kondisi poin-poin di atas, termasuk ISK dan batu ginjal. Lendir dalam urine juga bisa menandakan kondisi lain, termasuk kanker kandung kemih dan irritable bowl syndrome (IBS).

Apa yang harus dilakukan jika urine saya keruh?

Dr. Vasavada menjelaskan urine keruh saja tidak selalu pertanda buruk, karena bisa jadi hanya karena dehidrasi. Kecuali jika disertai gejala lain seperti rasa terbakar, sering pergi ke kamar mandi, nyeri, dan darah di urine maka segera periksakan ke dokter.

Ada beragam macam jenis diet untuk menurunkan berat badan secara cepat, tetapi dalam beberapa waktu berat badan akan kembali naik seperti semula, hal ini disebut dengan yo-yo diet.

Dikutip dari Healthline, yo-yo diet merupakan diet yang membuat badan terus berfluktuatif, naik-turun seperti mainan yo-yo,.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Kelley Strohacker dan rekan-rekannya, ternyata diet jenis ini umum ditemukan.

Sekarang ini, muncul banyak jenis diet ekstrem yang popular khususnya disebarkan oleh para artis dan influencer. Jenis diet tersebut menjanjikan penurunan berat badan yang signifikan dengan waktu yang singkat.

Padahal jika ingin diet penurunan berat badan berhasil, penurunan berat badan sebenarnya tidak perlu ekstrem.

Berat badan hanya perlu menurun secara perlahan sebanyak setengah hingga satu kilo seminggu, seperti disampaikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Berat badan yang menurun secara perlahan seperti pernyataan di atas justru akan bertahan lebih lama dan tidak akan cepat mengalami peningkatan seperti sedia kala.

Berikut ini adalah tips untuk mempertahankan berat badan dan menghindari diet-diet ekstrem yang sedang popular sekarang ini, dikutip dari WebMD.

  1. Sarapan setiap hari
    Makan di pagi hari merupakan kebiasaan yang baik, khususnya bagi orang yang ingin menurunkan berat badan dan mempertahankannya. Sarapan ternyata mampu membuat seseorang tidak merasa lapar dan makan lebih sedikit di siang hari.

“Banyak orang berpikir melewatkan sarapan adalah cara yang bagus untuk mengurangi kalori, tetapi mereka biasanya makan lebih banyak sepanjang hari, kata Elizabeth Ward, MS, RD, penulis The Pocket Idiot’s Guide to the New Food Pyramids.

  1. Konsumsi protein
    Menambahkan sumber protein tanpa lemak dalam menu harian dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga tidak akan makan berlebihan pada waktu makan selanjutnya.

Untuk menurunkan berat badan sumber protein yang dipilih bisa berupa yoghurt rendah lemak, kacang-kacangan dalam porsi kecil, daging tanpa lemak, dan telur.

Para ahli juga menyarankan untuk mengonsumsi protein sebagai cemilan. Cemilan setiap tiga sampai empat jam sekali berfungsi untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga dapat menghindari makan berlebih.

  1. Perhatikan jumlah asupan kalori dalam minuman
    Sering dijumpai pegiat diet ketat menghitung kalori untuk asupan makanan padat tetapi luput menghitung kalori asupan minuman.

Selain tidak membuat tubuh merasa kenyang dan tercukupi, minuman manis ternyata dapat menumpuk kalori,

Sehingga, seseorang yang sedang dalam program penurunan berat badan sebaiknya memilih air putih, susu rendah lemak, dan jus buah tanpa gula untuk memuaskan dahaga.

Makanan yang dipanaskan sudah melalui proses pemanasan pertama. Setelah itu, makanan akan melewati proses pendinginan seperti dari dalam kulkas dan kembali dipanaskan.

Di tahap pendinginan tersebut ada kemungkinan bakteri berkembang biak dengan mudah. Kemudian, bakteri tersebut akan menjadi kebal memasuki proses pemanasan yang kurang tepat.

Jika Makanan dalam wadah tertutup yang disimpan di bawah suhu 4 derajat Celcius ingin dipanaskan lagi, pastika suhunya harus mencapai 70-80 derajat Celcius. Sebab, jika makanan dipanaskan lebih dari suhu 70-80 derajat Celcius, dipastikan kandungan gizinya rusak.

Berikut beberapa jenis makanan yang tidak boleh dihangatkan, yaitu:

  1. Sayuran hijau
    Beberapa jenis sayuran, seperti bayam, kangkung, lobak, wortel, hingga seledri memiliki kandungan nitrat yang tinggi. Jika dipanaskan berulang kali, kandungan nitrat tersebut akan berubah menjadi racun karena melepaskan karsinogenik yang bersifat kanker.

Selain itu, sayuran hijau yang dihangatkan berulang kali bisa mengoksidasi kandungan zat besi. Oksidasi zat besi ini menghasilkan radikal bebas berbahaya sebagai sumber penyakit.

  1. Nasi
    Badan Standar Makanan Inggris (FSA) mengatakan nasi yang dihangatkan lebih dari satu kali juga bisa menjadi racun. Terlalu lama menyimpan nasi juga mendorong pertumbuhan bakteri Bacillus Cereus yang menghasilkan spora beracun.

Setelah nasi dipanaskan dan didiamkan pada suhu ruangan, kandungan spora tersebut bisa berkembang biak. Itu juga berisiko menyebabkan keracunan makanan saat dikonsumsi.

  1. Telur
    Salah satu makanan yang menjadi sumber protein tertinggi adalah telur. Tetapi, telur yang sudah dimasak sampai matang harus segera dikonsumsi dan sebisa mungkin tidak dipanaskan untuk kedua kalinya.

Telur berprotein tinggi mengandung nitrogen. Unsur nitrogen berpotensi teroksidasi setelah mengalami pemanasan berulang dan bisa menyebabkan kanker.

  1. Daging ayam
    Sama seperti telur, daging ayam juga mengandung protein yang tinggi. Jika dipanaskan secara berulang bisa berpotensi mengganggu pencernaan.

Selain itu, daging ayam yang sudah digoreng disarankan jangan dipanaskan menggunakan minyak. Sebab, berisiko meningkatkan lemak jenuh dengan jumlah berlipat serta kalori.

  1. Makanan bersantan
    Makanan bersantan yang dipanaskan lebih dari satu kali bisa membuat kandungan asam lemaknya berubah menjadi lemak jenuh, yang meningkatkan kolesterol jahat.

Jika jumlah LDL (lemak jahat) terlalu banyak dalam darah menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah, menyumbat aliran darah ke jantung, dan otak. Dampak buruk lainnya, bisa menyebabkan penyakit jantung, obesitas, serta stroke.

Sayuran hijau diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan. Jika disantap setiap hari tulang lebih sehat dan umur lebih panjang.
Asupan sayur sama pentingnya dengan protein dari daging dan serat dari buah. Jenis sayuran yang beragam terkadang membuat orang bingung untuk memilihnya.

Tapi lewat penelitian terbaru dari Australia’s Edith Cowan University (ECU), para peneliti menemukan pentingnya konsumsi sayuran hijau setiap hari. Meskipun porsinya tidak terlalu banyak.

Jenis sayuran hijau sendiri cukup banyak. Ada bayam, kale, selada, pakcoy, brokoli, sawi, kangkung, hingga asparagus.

Dilansir dari The Beet (30/03), berikut manfaat sehat dari rutin konsumsi sayuran hijau setiap hari.

  1. Studi Terbaru Sayuran Hijau

Menurut studi dari ECU yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang menyantap sayuran hijau satu cup sayuran hijau (100 gram) setiap harinya, memiliki fungsi otot yang lebih kuat.

Beberapa sayuran hijau yang baik dikonsumsi seperti bayam, kale, selada sampai bayam berkaitan dengan meningkatnya performa otot pada tubuh. Terutama jika dikonsumsi tiap hari.

“Orang-orang yang rajin makan sayuran hijau berjalan lebih cepat, dibandingkan mereka yang jarang makan sayuran hijau,” ungkap penelitian tersebut.

  1. Meningkatkan Fungsi Otot
    “Lewat studi ini, kami menemukan bahwa orang-orang yang memakan sayuran tinggi akan nitrat memiliki tingkat kekuatan otot yang optimal,” jelas Dokter Marc Sim, selaku ketua peneliti dari ECU.

Tentunya para peneliti menyarankan agar pola makan dengan sayuran hijau ini, diimbangi dengan gaya hidup sehat. Seperti rajin berolahraga, termasuk olahraga angkat beban bagi mereka yang ingin membentut otot.

Selain baik untuk kekuatan otot. Sayuran hijau juga bisa mencegah beberapa penyakit lainnya seperti diabetes hingga menjaga kesehatan tulang.

  1. Mencegah Diabetes
    Selama beberapa tahun terakhir, sayuran hijau menjadi topik penelitian yang menarik di dunia kesehatan. Pada tahun 2010 contohnya, salah satu studi menyebutkan bahwa sayuran hijau bisa membantu menurunkan risiko diabetes.

“Penelitian di tahun 2010 menyebutkan bahwa dengan memakan 1,5 cup (150 gram) sayuran hijau, bisa menurunkan risiko terserang diabetes tipe dua sebanyak 14%,” kutip The Beet.

Hal ini juga ditegaskan kembali pada studi terbaru. Peneliti dari ECU menemukan adanya kaitan manfaat antara sayuran dan pembuluh darah dalam penelitian ini.

  1. Panjang Umur
    Pada penelitian tahun 2017 yang diterbitkan di International Journal of Epidemiology. Peneliti menemukan adanya hubungan antara konsumsi sayuran hijau, dengan meningkatkan kesehatan.

Mereka menyimpulkan orang-orang yang rajin makan sayuran hijau, diimbangi dengan buah-buahan jauh lebih panjang umur dibandingkan mereka yang jarang makan sayur.

“Tidak hanya kita bisa hidup lebih lama. Tapi dengan rajin memakan sayuran membuat kualitas kehidupan kita meningkat juga,” jelas Ocean Robbins, selaku CEO dari Food Revolution Network.

  1. Tulang Lebih Sehat
    Dalam penelitian terbaru ini, Dokter Sim dan timnya juga meneliti tentang kekuatan otot dan tulang. Sayuran hijau dikenal mengandung kalsium yang tinggi, hal ini bisa membantu orang menderita penyakit tulang osteoporosis.

Selama ini susu selaku dijadikan sumber utama untuk menjaga kesehatan tulang. Tapi ternyata sayuran hijau tak kalah sehatnya untuk tulang. Dokter Sim sendiri merekomendasikan sayuran kale, yang mengandung kalsium sama seperti susu.

Ada sekitar 150 mg kalsium dalam 100 gram kale. Sementara hanya ada 129 mg kalsium dalam 100 ml susu.

“Penting bagi kita untuk mulai rajin mengonsumsi sayuran hijau untuk kesehatan. Hindari meminum suplemen kesehatan, dan lebih baik memakan sayuran hijau langsung. Karena kandungan vitamin dan mineralnya yang bagus untuk kesehatan,” pungkas Dokter Sim.