Testis adalah dua organ berbentuk oval dalam sistem reproduksi pria. Mereka ada di dalam kantung kulit yang disebut skrotum. Skrotum skrotum (kantong zakar) ini, menggantung di luar tubuh di depan daerah panggul dekat paha atas.

Seperti diketahui, fungsi testis menghasilkan gamet jantan dan hormon seksual pria (androgen). Istilah spermatogenesis mencakup semua proses yang terlibat dalam produksi gamet. Sedangkan steroidogenesis mengacu pada reaksi enzim yang mengarah pada produksi hormon steroid pria.

Keduanya berlangsung dalam dua kompartemen berbeda, yakni kompartemen tubular dan interstisial (interstisium). Untuk produksi sperma yang secara normal, integritas kedua kompartemen diperlukan. Fungsi testis dan juga fungsi komparteme ini, diatur oleh hipotalamus (pusat kontrol hormon di otak) dan kelenjar pituitari.

Struktur dalam testis penting untuk produksi dan penyimpanan sperma, hingga cukup matang untuk ejakulasi. Fungsi testis juga menghasilkan hormon yang disebut testosteron. Hormon ini bertanggung jawab atas dorongan seks, kesuburan, dan perkembangan otot serta massa tulang.

Sistem reproduksi pria sebagian besar berada di luar tubuh. Organ luar ini termasuk penis, skrotum, dan testis. Organ internal termasuk vas deferens, prostat dan uretra. Sistem reproduksi pria bertanggung jawab atas fungsi seksual, serta buang air kecil.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut fungsi testis dan deretan fakta unik lain yang patut diketahui. Beserta tips menjaga kesehatannya.

Testis
Mengutip dari Clevel and Clinic, testis adalah organ oval seukuran buah zaitun yang sangat besar yang terletak di skrotum, diikat di kedua ujungnya oleh struktur yang disebut korda spermatika. Kebanyakan pria memiliki dua testis. Di dalam testis terdapat massa tabung yang melingkar yang disebut tubulus seminiferus.

Anatomi dan Fungsi Testis

Fungsi testis yang utama ialah memproduksi dan menyimpan sperma. Dilansir dari Healthline, fungsi lain testis penting untuk membuat testosteron dan hormon seks utama pria.
Di balik fungsi testis, ternyata menyimpan proses panjang, yang dialami pria secara alami. Hal itu bisa berjalan normal berkat organ lain, seperti anatomi testis berikut ini:

  1. Tubulus Seminiferus
    Tubulus seminiferus merupakan tabung melingkar yang membentuk sebagian besar testis. Sel dan jaringan di tubulus bertanggung jawab untuk spermatogenesis, atau proses pembuatan sperma.

Tubulus ini dilapisi dengan lapisan jaringan yang disebut epitel. Lapisan ini terdiri dari sel Sertoli yang membantu produksi hormon yang menghasilkan sperma.

Jaringan di sebelah tubulus disebut sel Leydig. Sel-sel ini menghasilkan hormon pria, seperti testosteron dan androgen lainnya.

  1. Rete Testis
    Setelah sperma dibuat di tubulus seminiferus, sel sperma bergerak menuju epididimis melalui rete testis. Fungsi rete testis membantu mencampur sel sperma di sekitar cairan yang disekresikan oleh sel Sertoli.

Tubuh menyerap kembali cairan ini saat sel sperma bergerak ke epididimis. Jutaan proyeksi kecil di rete testis, yang dikenal sebagai mikrovili, membantu memindahkan sperma ke tubulus eferen.

  1. Saluran Eferen

Duktus eferen adalah rangkaian tabung yang menghubungkan rete testis ke epididimis. Epididimis menyimpan sel sperma sampai matang dan siap untuk ejakulasi.

Saluran ini dilapisi dengan proyeksi, seperti rambut yang disebut silia. Bersama dengan lapisan otot polos, silia membantu memindahkan sperma ke dalam epididimis.
Saluran eferen juga menyerap sebagian besar cairan yang membantu menggerakkan sel sperma. Ini menghasilkan konsentrasi sperma yang lebih tinggi dalam cairan ejakulasi.

Lapisan Pelindung Testis
Testis dikelilingi oleh beberapa lapisan jaringan yang melindungi, dengan fungsi yang berbeda. Mereka adalah:

  1. Tunica Vasculosa

Tunica vasculosa adalah lapisan tipis pembuluh darah pertama. Lapisan ini melindungi bagian dalam tubular setiap testis, dari lapisan jaringan lain di sekitar testis luar.

  1. Tunika Albuginea

Lapisan pelindung testis berikutnya disebut tunika albuginea. Ini adalah lapisan pelindung tebal yang terbuat dari serat padat yang berfungsi menjaga testis.

  1. Tunika Vaginalis

Lapisan jaringan terluar disebut tunica vaginalis. Tunika vaginalis terdiri dari tiga lapisan:

Lapisan Visceral: Lapisan ini mengelilingi tunika albuginea yang melindungi tubulus seminiferus.
Cavum Vaginale: Lapisan ini merupakan ruang kosong antara lapisan viseral dan lapisan terluar dari tunika vaginalis.
Lapisan Parietal: Lapisan ini merupakan lapisan pelindung terluar yang mengelilingi hampir seluruh struktur testis.

Kondisi yang Memengaruhi Kelainan pada Testis
Banyak kondisi yang dapat memengaruhi testis. Berikut daftar beberapa yang paling umum dialami oleh pria:

  1. Hidrokel

Hidrokel terjadi ketika cairan berlebih menumpuk di rongga di sekitar salah satu testis. Bisa muncul saat lahir, tetapi juga bisa disebabkan oleh cedera atau pembengkakan. Gejala hidrokel meliputi:

Pembengkakan testis yang semakin terlihat seiring berjalannya hari.
Nyeri tumpul atau seperti ditekan pada skrotum.
Merasa berat di skrotum.
Hidrokel biasanya tidak memerlukan perawatan, kecuali jika sangat besar bengkaknya dan menyakitkan. Sebagian besar hidrokel akan hilang dengan sendirinya. Tapi kasus yang lebih parah, mungkin memerlukan operasi pengangkatan.

  1. Torsi Testis

Torsi testis berarti testis Anda telah berputar di skrotum. Ini dapat mengakhiri korda spermatika, memutus suplai darah, fungsi saraf, dan transportasi sperma ke skrotum. Gejala torsi testis meliputi:

Nyeri skrotum yang parah.
Pembengkakan testis.
Sakit perut bagian bawah.
Merasa mual dan muntah.
Merasa seperti testis tidak pada tempatnya.
Buang air kecil lebih banyak dari biasanya.
Penyebab torsio testis, di antaranya:

Cedera pada skrotum
Olahraga terlalu lama atau berlebihan
Terpapar suhu dingin yang ekstrim
Pergerakan bebas testis di skrotum yang disebabkan oleh kondisi genetik.

  1. Orkitis

Orkitis mengacu pada testis yang bengkak atau meradang. Seperti epididimitis, orkitis sering kali diakibatkan oleh infeksi menular seksual (IMS). Gejala orkitis meliputi:

Nyeri testis.
Testis yang bengkak
Demam
Merasa mual
Muntah
Infeksi bakteri dan virus
Kombinasi antibiotik atau obat antivirus. Bisa pula dengan obat antiinflamasi nonsteroid atau kompres dingin, akan membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri. Orkitis biasanya menghilang dalam 7-10 hari.

  1. Hipogonadisme

Hipogonadisme terjadi saat tubuh tidak menghasilkan cukup testosteron. Ini bisa disebabkan oleh masalah testis atau karena otak Anda tidak merangsang produksi hormon dengan benar.

Bisa disebabkan terlahir dengan kondisi ini. Atau karena cedera, infeksi, atau kondisi lain yang memengaruhi produksi testosteron. Gejala hipogonadisme bervariasi tergantung usia.

  1. Kanker Testis

Kanker testis terjadi ketika sel kanker berkembang biak di dalam jaringan testis. Ini biasanya dimulai di struktur testis tubular yang membantu menghasilkan sperma. Gejala kanker testis, bisa meliputi:

Benjolan di testis
Merasa berat di skrotum
Ada cairan di skrotum
Nyeri testis
Sakit perut atau punggung

Tips Menjaga Kesehatannya Testis
Tips agar testis Anda tetap sehat. Cobalah hal sederhana berikut untuk menjaga skrotum dan fungsi testis. Dilansir dari Healthline dan Urology Specialist:

Lakukan pemeriksaan testis bulanan

Raba dan gulung setiap testis di skrotum Anda, menggunakan jari-jari. Periksa apakah ada benjolan dan area bengkak atau nyeri.

Mandi secara teratur

Mandi atau berendamlah setiap hari untuk menjaga kebersihan seluruh area genital. Ini mengurangi risiko infeksi yang bisa menyebabkan komplikasi lain.

Serta jaga agar penis dan area skrotum Anda tetap kering setelah mandi. Kelembaban yang terperangkap di area tersebut, dapat dengan cepat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman

Cobalah untuk menghindari memakai celana yang ketat. Biarkan skrotum Anda menggantung secara alami dari tubuh. Celana longgar dan nyaman akan membantu menjaga suhu skrotum tetap rendah dan mencegah cedera.

Konsumsi makanan kaya antioksidan

Stres oksidatif merupakan faktor penting untuk perkembangan infertilitas pria. Jaringan testis dan sistem reproduksi pria sangat rentan terhadap stres oksidatif. Namun, konsumsi antioksidan dapat memecah reaksi berantai oksidatif dan meningkatkan kapasitas tubuh untuk melawan. Serta meningkatkan produksi sperma.

Berhenti merokok

Merokok merupakan faktor risiko serius untuk sejumlah kondisi urologis, termasuk kanker pada kandung kemih, ginjal, dan prostat. Studi juga menunjukkan hubungan erat antara merokok dan kanker testis.

Pakai pelindung saat berolahraga

Ini mungkin tampak tidak perlu dipikirkan, tapi ini akan sangat penting untuk beberapa olahraga keras. Kriket, rugby dan sepak bola termasuk olahraga, di mana mengenakan pelindung untuk wilayah bawah adalah normal.