Pada masa berdiam saja di rumah seperti saat ini, banyak orang tidak bisa berolahraga di luar ruangan seperti sebelumnya. Hal ini membuat mereka menjadi bereksperimen untuk melakukan olahraga di dalam rumah.

Sayangnya, ketika berolahraga di dalam rumah ini, rentan terjadi sejumlah kesalahan. Hal ini bisa berujung pada terjadinya kram otot pada tubuh.

Hal ini biasanya terjadi karena oksigen tidak dapat terkirim pada otot dibanding biasanya. Padahal, ketika berolahraga, otot bakal lebih menegang dibanding biasanya sehingga berujung terbentuknya asam laktat dan kram.

Sejumlah cara bisa kamu coba untuk menghilangkan atau meredakan rasa kram ini termasuk dengan konsumsi makanan. Dilansir dari The Health Site, berikut sejumlah makanan yang bisa membantu menghilangkan rasa kram di otot.

Pisang
Pisang kaya dengan kandungan mineral seperti potassium, kalsium, dan magnesium yang bermanfaat meredakan kram otot. Pisang merupakan makanan yang tepat dikonsumsi setelah berolahraga serta disarankan untuk dikonsumsi setelah olahraga keras agar otot tidak kram.

Ubi
Sama seperti pisang, ubi juga memiliki kandungan potassium, kalsium, serta magnesium yang juga besar. Secara khusus, kandungan kalsium di dalamnya enam kali lebih besar dibanding pisang. Ubi juga memiliki kandungan air yang tinggi untuk membuat asupan air di tubuh tetap terjaga.

Semangka dan Melon
Semangka dan melon merupakan jenisbuah lain yang mampu mengurangi sakit akibat kram setelah berolahraga. Buah-buahan ini merupakan sumber sodium, magnesium, dan kalsium. Buah-buahan ini bisa meredakan kram otot dengan menyeimbangkan antara sodium dengan hilangnya air dari tubuh.

Sayuran Hijau
Sayuran hijau merupakan salah satu makanan kaya nutrisi yang harus dikonsumsi setelah berolahraga untuk menghindari kram otot. Sayuran yang bisa kamu konsumsi termasuk bayam, brokoli, serta kale.

Polong-Polongan
Makanan ini kaya dengan kandungan serat yang mampu meredakan kram serta mengontrol gula darah dan kolesterol buruk. Kamu bisa mengonsumsi makanan kaya protein dan magnesium ini setelah berolahraga untuk memperoleh manfaatnya.

Deretan makanan tersebut bisa bermanfaat untuk mencegah serta mengatasi kram otot yang kamu alami. Namun jika kram otot yang kamu alami tak kungjung hilang juga, sebaiknya berkonsultasi dengan pakar kesehatan.

Tingginya angka merokok di Indonesia membutuhkan langkah dan tindakan secapatnya. Salah satu hal awal yang bisa dilakukan adalah mulai dari menciptakan kondisi rumah yang bebas dari asap rokok.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) membagikan tujuh kiat dalam mengurangi angka merokok dimulai dari lingkungan rumah. Hal ini bisa memutus rantai anak dan remaja yang mulai merokok.

Kiat pertama yang dapat dilakukan adalah memberitahu teman atau anggota keluarga bahwa rumah yang ditinggali menerapkan Smoke Free Home atau rumah bebas asap rokok.

Kiat kedua adalah “singkirkan asbak dan korek api di rumah,” ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA Dra. Lenny Nurhayanti Rosalin, M.Sc dalam webinar Kemen PPPA, beberapa waktu lalu.

Berikutnya, melarang tamu jika hendak merokok di rumah. Kemudian, cegah orang yang baru selesai merokok untuk kontak langsung dengan anggota keluarga terutama bayi dan anak.

“Ganti pakaian, mandi setelah merokok. Jangan egois, jadi jangan dikira setelah merokok tidak ada transmisinya,” terangnya.

Kiat selanjutnya, meminta anak untuk membuat tulisan “Smoke Free Home” untuk mengingatkan seluruh anggota keluarga. Terakhir, beri contoh yang baik kepada anak dengan tidak merokok.

“Anak adalah peniru ulung, anak akan mudah meniru apapun yang ada di sekitar dia. Jadi kalau di keluarga itu orangtuanya merokok pasti anaknya merokok. Walaupun orangtua tidak merokok, tapi teman sebaya merokok, dia juga berpotensi menjadi perokok, jadi anak memang lebih rentan.”

Peran Orangtua Memutus Meningkatnya Jumlah Perokok
Lenny berharap setiap keluarga bisa mulai menerapkan rumah bebas asap rokok demi kebaikan bersama. Kiat-kiat di atas juga perlu digembar-gemborkan dan diimplementasikan kepada semua pihak sehingga anak-anak bisa diselamatkan dari bahaya rokok.

“Peran orangtua tentunya sangat penting. Sering terjadi ribut antara ayah dan ibu jika ayah merokok dan ibunya tidak kemudian ibu berusaha memberitahu ke ayah tapi si ayah tidak mau mengikuti, akhirnya permasalahan jadi kompleks. Awalnya dari rokok malah jadi meluber ke mana-mana,” terang Lenny.

Menurut data Journal of Psychology in Africa, Bireda and Pillay 2017, kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT bahkan dapat disebabkan rokok.

“Intinya, (merokok) gak ada untungnya, ruginya banyak,” tandas Lenny.

Rajin olahraga merupakan kunci agar tubuh tetap sehat dan mendapatkan berat badan ideal. Dengan rajin olahraga, tubuh terasa bugar dan lebih enteng untuk melakukan ragam aktivitas sehari-hari. Namun bagi beberapa orang, tubuh justru terasa lemas setelah berolahraga. Mengapa demikian?

Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi, memaparkan beberapa alasan mengapa tubuh sering lemas setelah berolahraga. Berikut alasannya.

Tidak Melakukan Pemasanan

Pemanasan sebelum olahraga berfungsi membuat otot fleksibel serta memperlancar sirkulasi darah ke otot. Selain itu, pemanasan membuat persendian lebih fleksibel sehingga tidak terkunci yang biasanya menjadi penyebab tubuh lemas usai olahraga.

“Jenis pemanasan yang dapat dilakukan adalah kardio ringan yang dikombinasikan dengan peregangan dinamis atau statis ringan,” ujar dr. Helmin.

Jarang Olahraga

Orang yang tidak pernah olahraga dan langsung melakukan olahraga berat, kata dr. Helmin, besar kemungkinan merasa lemas setelah berolahraga. Sebab, beberapa organ tubuh kaget digempur kegiatan yang berat.

“Seperti jantung, saraf, sendi, dan otot. Akibatnya kelelahan, badan menjadi sakit dan kaku. Tujuan untuk membuat badan fit akhirnya tidak tercapai,” katanya.

Maka sebaiknya olahragalah secara bertahap, dari yang ringan hingga olahraga berat. Hal ini penting karena tubuh butuh melakukan penyesuaian dengan kegiatan yang dilakukan.

Dehidrasi dan Kekurangan Nutrisi

Kekurangan cairan memengaruhi kondisi tubuh setelah berolahraga. Ketika olahraga, sirkulasi tubuh menjadi baik dan oksigen yang masuk semakin banyak. Maka dibutuhkan cairan yang cukup untuk memperlancar metabolisme.

Selain cairan, kekurangan asupan nutrisi seperti protein dan karbohidrat bisa membuat tubuh lemas karena tidak bisa menggantikan kalori yang terbuang setelah berolahraga.

Agar tubuh tetap fit dan bugar setelah berkegiatan seperti olahraga, konsumsi multivitamin seperti Fatigon Multivitamin (kemasan putih). Kombinasi vitamin B kompleks, kalium, magnesium aspartat, dan vitamin E berfungsi membantu memelihara kesehatan tubuh dan mengembalikan semangat usai beraktivitas.

Sayuran hijau diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan. Jika disantap setiap hari tulang lebih sehat dan umur lebih panjang.
Asupan sayur sama pentingnya dengan protein dari daging dan serat dari buah. Jenis sayuran yang beragam terkadang membuat orang bingung untuk memilihnya.

Tapi lewat penelitian terbaru dari Australia’s Edith Cowan University (ECU), para peneliti menemukan pentingnya konsumsi sayuran hijau setiap hari. Meskipun porsinya tidak terlalu banyak.

Jenis sayuran hijau sendiri cukup banyak. Ada bayam, kale, selada, pakcoy, brokoli, sawi, kangkung, hingga asparagus.

Dilansir dari The Beet (30/03), berikut manfaat sehat dari rutin konsumsi sayuran hijau setiap hari.

  1. Studi Terbaru Sayuran Hijau

Menurut studi dari ECU yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang menyantap sayuran hijau satu cup sayuran hijau (100 gram) setiap harinya, memiliki fungsi otot yang lebih kuat.

Beberapa sayuran hijau yang baik dikonsumsi seperti bayam, kale, selada sampai bayam berkaitan dengan meningkatnya performa otot pada tubuh. Terutama jika dikonsumsi tiap hari.

“Orang-orang yang rajin makan sayuran hijau berjalan lebih cepat, dibandingkan mereka yang jarang makan sayuran hijau,” ungkap penelitian tersebut.

  1. Meningkatkan Fungsi Otot
    “Lewat studi ini, kami menemukan bahwa orang-orang yang memakan sayuran tinggi akan nitrat memiliki tingkat kekuatan otot yang optimal,” jelas Dokter Marc Sim, selaku ketua peneliti dari ECU.

Tentunya para peneliti menyarankan agar pola makan dengan sayuran hijau ini, diimbangi dengan gaya hidup sehat. Seperti rajin berolahraga, termasuk olahraga angkat beban bagi mereka yang ingin membentut otot.

Selain baik untuk kekuatan otot. Sayuran hijau juga bisa mencegah beberapa penyakit lainnya seperti diabetes hingga menjaga kesehatan tulang.

  1. Mencegah Diabetes
    Selama beberapa tahun terakhir, sayuran hijau menjadi topik penelitian yang menarik di dunia kesehatan. Pada tahun 2010 contohnya, salah satu studi menyebutkan bahwa sayuran hijau bisa membantu menurunkan risiko diabetes.

“Penelitian di tahun 2010 menyebutkan bahwa dengan memakan 1,5 cup (150 gram) sayuran hijau, bisa menurunkan risiko terserang diabetes tipe dua sebanyak 14%,” kutip The Beet.

Hal ini juga ditegaskan kembali pada studi terbaru. Peneliti dari ECU menemukan adanya kaitan manfaat antara sayuran dan pembuluh darah dalam penelitian ini.

  1. Panjang Umur
    Pada penelitian tahun 2017 yang diterbitkan di International Journal of Epidemiology. Peneliti menemukan adanya hubungan antara konsumsi sayuran hijau, dengan meningkatkan kesehatan.

Mereka menyimpulkan orang-orang yang rajin makan sayuran hijau, diimbangi dengan buah-buahan jauh lebih panjang umur dibandingkan mereka yang jarang makan sayur.

“Tidak hanya kita bisa hidup lebih lama. Tapi dengan rajin memakan sayuran membuat kualitas kehidupan kita meningkat juga,” jelas Ocean Robbins, selaku CEO dari Food Revolution Network.

  1. Tulang Lebih Sehat
    Dalam penelitian terbaru ini, Dokter Sim dan timnya juga meneliti tentang kekuatan otot dan tulang. Sayuran hijau dikenal mengandung kalsium yang tinggi, hal ini bisa membantu orang menderita penyakit tulang osteoporosis.

Selama ini susu selaku dijadikan sumber utama untuk menjaga kesehatan tulang. Tapi ternyata sayuran hijau tak kalah sehatnya untuk tulang. Dokter Sim sendiri merekomendasikan sayuran kale, yang mengandung kalsium sama seperti susu.

Ada sekitar 150 mg kalsium dalam 100 gram kale. Sementara hanya ada 129 mg kalsium dalam 100 ml susu.

“Penting bagi kita untuk mulai rajin mengonsumsi sayuran hijau untuk kesehatan. Hindari meminum suplemen kesehatan, dan lebih baik memakan sayuran hijau langsung. Karena kandungan vitamin dan mineralnya yang bagus untuk kesehatan,” pungkas Dokter Sim.

Beberapa orang mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badan meskipun sudah menerapkan diet defisit kalori dengan ketat.

Hal tersebut juga pernah dialami oleh Tina Haupert seorang penulis diet sehat dan pelatih kebugaran. Berikut kesalahan umum yang sering terjadi saat berusaha menurunkan berat badan diungkapkan oleh Tina Haupert, dikutip dari Health.

  1. Tidak memerhatikan porsi dan kalori yang masuk
    Sering ditemukan orang-orang yang beralih ke makanan sehat sudah merasa cukup untuk dapat menurunkan berat badan.

Tanpa disadari meskipun sudah beralih ke makanan sehat, makanan yang dikonsumsi ternyata dalam jumlah atau porsi yang sangat besar sehingga membuat tubuh tetap dalam kondisi yang sama.

Di beberapa kejadian juga seseorang telah memerhatikan porsi makan tetapi makanan yang ia pilih ternyata memiliki kalori yang sangat tinggi sehingga badan tidak akan kunjung mengalami penurunan berat badan.

  1. Tidak memerhatikan nutrisi yang masuk
    Memerhatikan kalori dan porsi makan memang penting untuk memulai diet penurunan berat badan. Meski begitu, harus diperhatikan juga kandungan nutrisi pada makanan tersebut.

Tidak heran jika banyak seseorang yang sudah makan cukup untuk memulai diet penurunan berat badan tetapi setelah beberapa saat badannya akan terasa lemas dan tidak berenergi.

“Alih-alih menghitung kalori, saya fokus untuk menambahkan lebih banyak makanan utuh, terutama buah-buahan dan sayuran yang kaya nutrisi, ke dalam diet saya, yang membantu saya mengurangi kalori sekaligus meningkatkan nutrisi pada saat yang bersamaan,” kata Haupert.

  1. Tidak cukup makan di siang hari
    Saat menjalankan diet Haupert mengaku ia berjanji makan dengan benar dan berolahraga setiap hari. Seringkali hal yang ia rencanakan di pagi hari berjalan dengan lancar.

“Saya akan bangun pagi untuk latihan yang memompa jantung dan membuat pilihan yang sehat dengan makanan saya sepanjang hari,” ungkapnya.

Namun setelah menjalani hari yang melelahkan dan tidak cukup makan di siang hari, seringkali hal tersebut dilampiaskan dengan memesan makanan yang berminyak atau memakan cemilan hingga larut makan karena sangat lapar.

“Jika saya tidak makan banyak makanan dan camilan sepanjang hari-yang mengandung karbohidrat penuh serat, protein rendah lemak, dan lemak sehat-saya pasti akan makan berlebihan di penghujung hari,” katanya.