Masalah rambut yang rentan dialami baik oleh pria maupun wanita adalah rambut rontok. Kondisi ini kadang terjadi bahkan pada usia seseorang yang masih cukup muda.

Produk perawatan rambut yang mahal sekalipun kadang tak mampu menyelesaikan masalah rambut rontok ini. Butuh penanganan yang menyeluruh untuk mengatasi masalah rambut ini.

Walaupun tampak seperti masalah berat, kerontokan rambut sebenarnya merupakan sebuah hal yang umum dialami. Dilansir dari The Health Site, rata-rata secara normal seseorang kehilangan 80 helai rambut per hari.

Namun ketika kamu mengalami kerontokan rambut yang tampak jauh lebih banyak dari biasanya, maka perlu kamu perhatikan lebih lanjut kondisi yang kamu alami ini. Berikut sejumlah hal yang dapat menyebabkan masalah kerontokan pada rambut.

  1. Perubahan Hormonal

Selama hidup, seseorang mengalami fluktuasi hormon yang menyebabkan munculnya perubahan secara psikologis. Perubahan hormon terutama ketika kehamilan dan kelahiran dapat berkontribusi terhadap rambut rontok. Kondisi tiroid yang tidak stabil dan menopause merupakan salah satu penyebab meningkatnya kerontokan.

Kurang Tidur dan Stres

  1. Kurang Tidur

Kurangnya tidur bahkan hanya beberapa jam dalam sehari bisa menyebabkan terjadinya rambut rontok. Hal ini berakibat pada kesehatan secara keseluruhan dan menimbulkan berbagai kondisi seperti insomnia, narkolepsi, serta munculnya gejala kebotakan.

  1. Stres

Gaya hidup yang dijalani dapat berakibat pada kesehatan fisik dan mental kita. Stres bisa menimbulkan berbagai macam masalah seperti penyakit kardiovaskular, pusing, serta rambut rontok. Guncangan akibat stres membuat lebih rentan terjadinya fase rontoknya rambut.

Penggunaan Alat Pembentuk Rambut dan Jenis Kelamin

  1. Alat Pembentuk Rambut

Penggunaan catok atau juga pengering rambut setiap hari dapat menjadi salah satu penyebab rambutmu menjadi rontok. Paparan panas yang konstan, terutama setalah keramas (saat rambut paling rentan), membuat rambut ini menjadi rusak. Jangan terlalu sering mengatur rambutmu dengan cara ini untuk menjaga kesehatannya.

  1. Jenis Kelamin

Faktor terakhir ini menentukan pola rambut rontok mana yang kamu alami. Wanita cenderung mengalami rambut rontok di bagian atas kulit kepala, sedangkan pada pria hal ini terjadi dengan pola tertentu seperti garis rambut yang menipis. Pria juga cenderung mengalami kondisi auto imun yang mendorong munculnya kerontokan ini.

Lima hal tersebut baik secara sengaja maupun tidak bisa menjadi penyebab munculnya rambut rontok. Pastikan untuk menghindari dan mengawasi sejumlah hal tersebut.

Beberapa ibu hamil dapat merasakan mulas saat memasuki trimester kedua kehamilan. Hal itu menimbulkan pertanyaan, apakah mulas merupakan tanda-tanda persalinan?
dr Gorga I.V.W Udjung, SpOG, dokter kandungan di RSIA Bunda Jakarta mengatakan, saat usia kehamilan belum memasuki minggu melahirkan, sebaiknya ibu hamil mewaspadai tanda-tanda kontraksi palsu.

Kontraksi palsu atau Braxton hicks merupakan kondisi yang umum dialami selama masa kehamilan. Ibu hamil perlu waspada akan hal ini sehingga dapat mengatasi dan menghindari pemicunya.

Kontraksi palsu berbeda dengan kontraksi menjelang persalinan. Kontraksi palsu tidak teratur dan tak bisa diprediksi. Hal ini juga hanya terjadi dengan singkat antara 30 sampai 40 detik.

Sedangkan pada kontraksi menjelang kelahiran, ibu akan mengalami kram atau tegang di daerah perut. Banyak yang mengatakan bahwa rasanya hampir sama seperti kram saat menstruasi.

Udjung mengatakan, yang berbeda pada kontraksi palsu adalah adanya fase relaksasi atau saat rasa kram hilang sebelum muncul kembali. Kontraksi palsu juga tidak diikuti dengan keluarnya flek atau darah.

Meski menimbulkan rasa tidak nyaman, ibu hamil tidak perlu khawatir saat kontraksi palsu terjadi karena tidak akan menyebabkan pembukaan mulut rahim untuk proses melahirkan. Justru kontraksi palsu dapat melunakkan mulut rahim untuk mempermudah proses persalinan.

Penyebab Kontraksi Palsu

  1. Bayi aktif
    Janin yang aktif dapat membuat ibu mengalami kontraksi palsu karena ia bergerak masuk ke panggul.
  2. Posisi tubuh
    Memasuki trimester kedua, ibu hamil akan sulit bergerak karena perutnya membesar. Kondisi yang tidak nyaman ini dapat menyebabkan kontraksi palsu.
  3. Bercinta
    Bercinta selama kehamilan dapat memicu kontraksi palsu. Setelah bercinta, ibu hamil biasanya mengalami rasa kram.
  4. Aktivitas tinggi
    Ibu yang sangat aktif dapat mengalami kram perut karena kontraksi palsu, ini biasanya terjadi pada trimester kedua.
  5. Kurang cairan
    Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat membuat ibu hamil menjadi lemas sehingga muncul kontraksi palsu. Hal itu yang membuat ibu hamil perlu memenuhi asupan cairan untuk menyiapkan energi tubuh.