Di tahun 2020 kemarin, National Sleep Foundation melaporkan bahwa 44% warga Amerika mengaku mengalami rasa kantuk—di luar waktu tidur—rata-rata selama tiga hari per minggu. Bahkan, 28% dari mereka mengantuk selama lima sampai tujuh hari per minggu. Masalah ini berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, kondisi mental, hingga produktivitas kerja. Menurut para responden, tidur yang kurang dan tidak nyenyak ialah penyebab utamanya.

Berkurangnya durasi tidur para pekerja telah disampaikan oleh Sara E. Luckhaupt beserta para rekannya. Dari hasil penelitian mereka, hampir 30% pekerja di Amerika pada 2004 hingga 2007 tidur hanya—atau bahkan kurang dari—enam jam per malam. Padahal, idealnya mereka harus tidur selama tujuh hingga sembilan jam per malam. Tidak hanya itu, mereka juga mengungkapkan bahwa angka tersebut semakin naik setiap tahunnya.

Bagaimana dengan kondisi tidur masyarakat Indonesia? Saya tidak menemukan data yang cukup kredibel dalam menggambarkan kondisi tidur masyarakat secara umum dan lebih luas. Namun, dari beberapa penelitian di jurnal-jurnal nasional dengan sampel berbeda seperti pekerja, mahasiswa, hingga pelajar dapat dilihat bahwa masalah tidur tampaknya telah menjadi masalah global, yang artinya kita—masyarakat Indonesia—pun telah mengalaminya.

Meski begitu, kita kerap menemukan orang-orang yang menganggap remeh soal tidur. Bahkan, kita sendiri, baik itu secara atau tidak sadar, juga bersikap dan berbuat serupa. Apalagi di era penuh persaingan seperti saat ini, bekerja, belajar, berolahraga, berkarya, dan mengerjakan berbagai aktivitas non tidur lainnya adalah hal yang didewakan, sehingga jam tidur pun dikorbankan.

Kekeliruan ini harus segera diperbaiki dan kita bisa memulainya dengan membaca buku Matthew Walker berjudul mengapa kita tidur? Saya sangat bersyukur bisa menemukan dan membaca buku ini. Sebab, selama ini saya tidak memiliki wawasan yang mendalam tentang tidur sehingga tidak memperlakukannya dengan baik.

Mekanisme Tidur

Buku ini terdiri dari empat bagian besar. Pertama, Matthew Walker menjelaskan dengan cukup dalam tentang mekanisme tidur. Ada dua hal yang membuat kita tidur, yaitu irama sirkadian dan zat kimia (adenosin) yang terakumulasi di otak. Kita perlu mengenal cara kerja keduanya agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak kuantitas dan kualitas tidur kita.

Selain itu, di bagian pertama ini Matthew Walker juga membahas tentang dua tipe tidur, yaitu non-rapid eye movement (NREM) dan rapid eye movement (REM). Melalui berbagai riset, ia menjelaskan banyak hal yang terjadi di otak manusia pada dua tipe tidur tersebut. Dari penjelasannya, kita akan mengetahui betapa pentingnya tidur dalam menjaga performa otak kita.

Perbedaan durasi dan jadwal tidur di sepanjang rentang usia manusia juga dibahas di sini: mulai dari masa pra-lahir, balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Selama ini kita mengabaikan cara kerja tidur yang berbeda di setiap usia, sehingga secara tidak sadar merusak kualitas dan kuantitas tidur mereka. Jadi, informasi pada sub bab ini juga sangat penting dipahami agar kita dapat menyesuaikan setiap kegiatan yang hendak dilakukan.

Mengapa Perlu Tidur?

Pertanyaan seputar mengapa kita tidur akan dikupas secara mendalam di bagian kedua. Tidur yang optimal, seperti yang dijelaskan sebelumnya, dapat meningkatkan kapasitas dan kerja memori di otak. Ia juga berperan dalam pengembangan daya kreativitas, optimalisasi prefrontal (bagian otak yang bertanggung jawab untuk berpikir analitis), dan stabilisasi emosi.

Apabila tidur tidak dijaga dengan baik, ia tidak hanya merusak fungsi di atas, tapi juga menimbulkan berbagai penyakit kronis, seperti alzheimer, serangan jantung, diabetes, hingga kanker. Sistem imun dan reproduksi juga dapat merosot apabila kita tidak memperoleh tidur yang cukup.

Mimpi dan Permasalahan Abad ke-21

Ketika berbicara tentang tidur, tentu saja tidak sah apabila tidak membahas mimpi. Di buku ini, Matthew Walker mengupas perkara mimpi secara ilmiah. Bagian ini berhasil membuat saya selaku pembaca seperti sedang berada di film science fiction.

Bagaimana tidak? Matthew Walker membawa pembacanya masuk ke dalam berbagai percobaan laboratorium untuk menjawab beberapa pertanyaan unik seputar mimpi: apakah ia bisa dibaca dan bahkan dikendalikan? Jawabannya tentu saja bisa. Anda harus membacanya untuk menemukan penjelasan tersebut.

Mimpi pada akhirnya bukan hanya sekadar bunga tidur. Ia berfungsi sebagai navigasi aspek emosional dalam kehidupan sosial, terapi bagi seseorang yang mengalami peristiwa traumatis, hingga menjadi penyuplai inspirasi para seniman dan ilmuwan.

Sungguh banyak peran dan manfaat tidur untuk diri kita. Namun, di era sekarang, kondisi tidur manusia tampaknya malah semakin merosot. Berbagai permasalahan—baik yang lama maupun baru—masih sukar dipecahkan.

Saat ini manusia masih berhadapan dengan berbagai masalah tidur, seperti somnambulisme (tidur sambil berjalan), insomnia, dan narkolepsi. Berbagai gangguan ini cukup sukar disembuhkan, dan pil tidur bukan solusi yang tepat. Matthew berharap kemajuan ilmu pengetahuan—yang menurutnya bergerak lambat—bisa segera menemukan solusi efektif terhadap berbagai gangguan ini.

Kemajuan teknologi hingga gaya hidup yang berefek negatif terhadap tidur juga menghantui kehidupan kita. Kehadiran gawai, alarm, hingga lampu LED terkadang mengganggu kualitas dan kuantitas tidur kita. Matthew tentu saja tidak berniat sama sekali mengancurkan semua produk kemajuan teknologi tersebut supaya bisa kembali menikmati tidur yang kita miliki. Ia malah mengevaluasi sekaligus merancang kembali produk-produk tersebut untuk membuat tidur kita menjadi lebih baik.

Menurut saya, buku ini adalah buku yang penting di era ini, era ketika kita mulai mengabaikan tidur. Semua sangat disarankan untuk membacanya, mulai dari pelajar, karyawan, pendidik, orangtua, petugas kesehatan, dan berbagai pihak lainnya. Sebab, seperti yang dijelaskan dalam buku ini, banyak dari kita yang tampaknya memiliki pengetahuan keliru tentang tidur, lalu mengkondisikan tidur kita berasaskan pada kekeliruan tersebut. Oleh karenanya, untuk memperbaiki itu semua, kita dapat memulainya dari buku ini.

Sedikit catatan (teknis), di buku ini Matthew membolehkan untuk membaca dari bab mana saja. Namun, menurut saya, jika Anda benar-benar awam tentang tidur dan hal-hal yang terkait dengan tidur, lebih baik anda membacanya dari awal. Selamat membaca!