Pada anak, permasalahan ketika makan merupakan sebuah hal yang rentan terjadi. Hal ini terutama ketika orangtua hanya mengutamakan hasil dalam memberi makan anak dan tidak menghargai proses.

Seperti disampaikan dokter spesialis anak dari RSIA Limijati Bandung, Jawa Barat, Frecillia Regina, menurutnya bentrokan antara orangtua dan anak saat makan yakni gerakan tutup mulut (GTM) berupa makan harus digendong, makan harus dipaksa, makan sambil jalan-jalan, dan makan sambil menonton gawai.

“Orangtua dan pengasuh biasanya memberi makan anak sambil menggendong asalkan anak mau makan dan makanannya habis,” kata Frecillia dalam seminar daring di saluran YouTube Dr. Tan & Remanlay Institute.

Cara itu dapat menghilangkan esensi dari proses makan anak. Padahal, anak makan bukan sekadar makan tapi prosesnya pun penting.

Ia menambahkan, terkadang orangtua juga memaksa anak untuk makan dengan mendudukkan anak di kursi makannya, walaupun menangis anak tetap harus makan. Saat membuka mulut karena menangis, anak dijejali makanan. Hal ini dapat menimbulkan trauma.

“Kalau anak sudah bisa jalan, orangtua biasanya menyuapi anak sambil jalan-jalan,” katanya.

Cara yang lebih kekinian adalah menggunakan bantuan gawai atau ponsel pintar. Anak diberikan tontonan atau kesempatan untuk memainkan gawai sambil disuapi makanan.

“Kalau dikasih gawai itu akan timbul masalah berikutnya, anak bisa terlambat bicara, hiperaktif, gangguan bicara dan harus ke klinik tumbuh kembang,” terangnya.

Masalah Berikutnya
Setelah masalah gerakan tutup mulut, dalam beberapa kasus ada pula masalah berikutnya yakni berat badan tidak naik walau sudah diberi makan.

Saat ada masalah seperti ini, orangtua cenderung mencari solusi di internet. Beberapa rekomendasi yang didapat yakni terkait pemberian lemak tambahan, protein dobel, makanan pendamping asi (MPASI) instan yang menambah berat badan, dan susu tinggi kalori.

“Jadi kalau ada masalah datang itu bukan mencari solusi instan yang menimbulkan masalah di kemudian hari. Kalau ada masalah itu, cari akar masalahnya di mana,” tandasnya.

Masalah rambut yang rentan dialami baik oleh pria maupun wanita adalah rambut rontok. Kondisi ini kadang terjadi bahkan pada usia seseorang yang masih cukup muda.

Produk perawatan rambut yang mahal sekalipun kadang tak mampu menyelesaikan masalah rambut rontok ini. Butuh penanganan yang menyeluruh untuk mengatasi masalah rambut ini.

Walaupun tampak seperti masalah berat, kerontokan rambut sebenarnya merupakan sebuah hal yang umum dialami. Dilansir dari The Health Site, rata-rata secara normal seseorang kehilangan 80 helai rambut per hari.

Namun ketika kamu mengalami kerontokan rambut yang tampak jauh lebih banyak dari biasanya, maka perlu kamu perhatikan lebih lanjut kondisi yang kamu alami ini. Berikut sejumlah hal yang dapat menyebabkan masalah kerontokan pada rambut.

  1. Perubahan Hormonal

Selama hidup, seseorang mengalami fluktuasi hormon yang menyebabkan munculnya perubahan secara psikologis. Perubahan hormon terutama ketika kehamilan dan kelahiran dapat berkontribusi terhadap rambut rontok. Kondisi tiroid yang tidak stabil dan menopause merupakan salah satu penyebab meningkatnya kerontokan.

Kurang Tidur dan Stres

  1. Kurang Tidur

Kurangnya tidur bahkan hanya beberapa jam dalam sehari bisa menyebabkan terjadinya rambut rontok. Hal ini berakibat pada kesehatan secara keseluruhan dan menimbulkan berbagai kondisi seperti insomnia, narkolepsi, serta munculnya gejala kebotakan.

  1. Stres

Gaya hidup yang dijalani dapat berakibat pada kesehatan fisik dan mental kita. Stres bisa menimbulkan berbagai macam masalah seperti penyakit kardiovaskular, pusing, serta rambut rontok. Guncangan akibat stres membuat lebih rentan terjadinya fase rontoknya rambut.

Penggunaan Alat Pembentuk Rambut dan Jenis Kelamin

  1. Alat Pembentuk Rambut

Penggunaan catok atau juga pengering rambut setiap hari dapat menjadi salah satu penyebab rambutmu menjadi rontok. Paparan panas yang konstan, terutama setalah keramas (saat rambut paling rentan), membuat rambut ini menjadi rusak. Jangan terlalu sering mengatur rambutmu dengan cara ini untuk menjaga kesehatannya.

  1. Jenis Kelamin

Faktor terakhir ini menentukan pola rambut rontok mana yang kamu alami. Wanita cenderung mengalami rambut rontok di bagian atas kulit kepala, sedangkan pada pria hal ini terjadi dengan pola tertentu seperti garis rambut yang menipis. Pria juga cenderung mengalami kondisi auto imun yang mendorong munculnya kerontokan ini.

Lima hal tersebut baik secara sengaja maupun tidak bisa menjadi penyebab munculnya rambut rontok. Pastikan untuk menghindari dan mengawasi sejumlah hal tersebut.

Pada masa berdiam saja di rumah seperti saat ini, banyak orang tidak bisa berolahraga di luar ruangan seperti sebelumnya. Hal ini membuat mereka menjadi bereksperimen untuk melakukan olahraga di dalam rumah.

Sayangnya, ketika berolahraga di dalam rumah ini, rentan terjadi sejumlah kesalahan. Hal ini bisa berujung pada terjadinya kram otot pada tubuh.

Hal ini biasanya terjadi karena oksigen tidak dapat terkirim pada otot dibanding biasanya. Padahal, ketika berolahraga, otot bakal lebih menegang dibanding biasanya sehingga berujung terbentuknya asam laktat dan kram.

Sejumlah cara bisa kamu coba untuk menghilangkan atau meredakan rasa kram ini termasuk dengan konsumsi makanan. Dilansir dari The Health Site, berikut sejumlah makanan yang bisa membantu menghilangkan rasa kram di otot.

Pisang
Pisang kaya dengan kandungan mineral seperti potassium, kalsium, dan magnesium yang bermanfaat meredakan kram otot. Pisang merupakan makanan yang tepat dikonsumsi setelah berolahraga serta disarankan untuk dikonsumsi setelah olahraga keras agar otot tidak kram.

Ubi
Sama seperti pisang, ubi juga memiliki kandungan potassium, kalsium, serta magnesium yang juga besar. Secara khusus, kandungan kalsium di dalamnya enam kali lebih besar dibanding pisang. Ubi juga memiliki kandungan air yang tinggi untuk membuat asupan air di tubuh tetap terjaga.

Semangka dan Melon
Semangka dan melon merupakan jenisbuah lain yang mampu mengurangi sakit akibat kram setelah berolahraga. Buah-buahan ini merupakan sumber sodium, magnesium, dan kalsium. Buah-buahan ini bisa meredakan kram otot dengan menyeimbangkan antara sodium dengan hilangnya air dari tubuh.

Sayuran Hijau
Sayuran hijau merupakan salah satu makanan kaya nutrisi yang harus dikonsumsi setelah berolahraga untuk menghindari kram otot. Sayuran yang bisa kamu konsumsi termasuk bayam, brokoli, serta kale.

Polong-Polongan
Makanan ini kaya dengan kandungan serat yang mampu meredakan kram serta mengontrol gula darah dan kolesterol buruk. Kamu bisa mengonsumsi makanan kaya protein dan magnesium ini setelah berolahraga untuk memperoleh manfaatnya.

Deretan makanan tersebut bisa bermanfaat untuk mencegah serta mengatasi kram otot yang kamu alami. Namun jika kram otot yang kamu alami tak kungjung hilang juga, sebaiknya berkonsultasi dengan pakar kesehatan.

Tingginya angka merokok di Indonesia membutuhkan langkah dan tindakan secapatnya. Salah satu hal awal yang bisa dilakukan adalah mulai dari menciptakan kondisi rumah yang bebas dari asap rokok.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) membagikan tujuh kiat dalam mengurangi angka merokok dimulai dari lingkungan rumah. Hal ini bisa memutus rantai anak dan remaja yang mulai merokok.

Kiat pertama yang dapat dilakukan adalah memberitahu teman atau anggota keluarga bahwa rumah yang ditinggali menerapkan Smoke Free Home atau rumah bebas asap rokok.

Kiat kedua adalah “singkirkan asbak dan korek api di rumah,” ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA Dra. Lenny Nurhayanti Rosalin, M.Sc dalam webinar Kemen PPPA, beberapa waktu lalu.

Berikutnya, melarang tamu jika hendak merokok di rumah. Kemudian, cegah orang yang baru selesai merokok untuk kontak langsung dengan anggota keluarga terutama bayi dan anak.

“Ganti pakaian, mandi setelah merokok. Jangan egois, jadi jangan dikira setelah merokok tidak ada transmisinya,” terangnya.

Kiat selanjutnya, meminta anak untuk membuat tulisan “Smoke Free Home” untuk mengingatkan seluruh anggota keluarga. Terakhir, beri contoh yang baik kepada anak dengan tidak merokok.

“Anak adalah peniru ulung, anak akan mudah meniru apapun yang ada di sekitar dia. Jadi kalau di keluarga itu orangtuanya merokok pasti anaknya merokok. Walaupun orangtua tidak merokok, tapi teman sebaya merokok, dia juga berpotensi menjadi perokok, jadi anak memang lebih rentan.”

Peran Orangtua Memutus Meningkatnya Jumlah Perokok
Lenny berharap setiap keluarga bisa mulai menerapkan rumah bebas asap rokok demi kebaikan bersama. Kiat-kiat di atas juga perlu digembar-gemborkan dan diimplementasikan kepada semua pihak sehingga anak-anak bisa diselamatkan dari bahaya rokok.

“Peran orangtua tentunya sangat penting. Sering terjadi ribut antara ayah dan ibu jika ayah merokok dan ibunya tidak kemudian ibu berusaha memberitahu ke ayah tapi si ayah tidak mau mengikuti, akhirnya permasalahan jadi kompleks. Awalnya dari rokok malah jadi meluber ke mana-mana,” terang Lenny.

Menurut data Journal of Psychology in Africa, Bireda and Pillay 2017, kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT bahkan dapat disebabkan rokok.

“Intinya, (merokok) gak ada untungnya, ruginya banyak,” tandas Lenny.

Manfaat vitamin B1 sangat banyak, di antaranya mencegah penyakit ginjal, mencegah katarak, dan memperbaiki fungsi otak. Manusia membutuhkan pasokan vitamin B1 secara terus menerus karena tidak disimpan di dalam tubuh. Ini harus menjadi bagian dari makanan sehari-hari.

Saat tubuh kekurangan asupan vitamin B1, maka sistem saraf ikut terganggu. Gejala yang dialami seperti, hilangnya sensasi di tangan dan kaki, berjalan tidak stabil, dan keseimbangan yang buruk, nyeri pada otot, hingga masalah mata. Kekurangan ekstrem memburuk menjadi kondisi otak yang disebut ensefalopati Wernicke.

Vitamin B1 disebut juga tiamin, termasuk jenis vitamin B yang berfungsi mengubah asupan karbohidrat menjadi energi.

Berikut beberapa manfaat vitamin B1 bagi kesehatan, ketahui pula dosis tepat dan efek samping bila berlebihan.

  1. Mengobati Penyakit Alzheimer
    Manfaat vitamin B1 bagi kesehatan yang pertama ialah baik bagi penderita alzheimer. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Alzheimer’s Disease and Other Dementias, para ilmuwan telah melihat tiamin sebagai pengobatan sakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara.
  2. Mengurangi Stres
    Selain disebut tiamin, vitamin B1 juga dikenal sebagai vitamin antistres. Dikutip dari Hellosehat, seorang spesialis kandungan sekaligus ahli kesehatan wanita dari Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, dr. Sherry Ross, asupan vitamin B1 mampu membantu mengendalikan suasana hati. Serta gangguan fisiologis akibat stres.

Asupan vitamin B1 dari makanan atau suplemen yang cukup, membuat seseorang menjadi lebih tenang, berpikir positif, dan berusaha melawan stresnya sendiri yang mengganggu pikiran.

  1. Memperbaiki Fungsi Otak
    Masih perihal wilayah kesehatan fungsi berpikir atau otak manusia. Mengutip dari Livescience, manfaat vitamin B1 sangat baik dalam membantu memperbaiki fungsi otak. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan dalam meningkatkan fungsi kognitif para pasien alzheimer, epilepsi, autis, dan pecandu alkohol.
  2. Mencegah Katarak
    Mengutip dari Mayoclinic, mengungkapkan bahwa penggunaan tiamin atau vitamin B1. Baik dengan suplemen vitamin lain, dapat mengurangi kemungkinan Anda terkena katarak.
  3. Mencegah Penyakit Ginjal
    Manfaat vitamin B1 bagi kesehatan selanjutnya ialah bermanfaat bagi penderita diabetes yang berisiko terkena penyakit ginjal. Hal ini telah dipublikasikan oleh para peneliti di University of Warwick di Inggris.

Berdasarkan jurnal online Diabetologia, menunjukkan bahwa tiamin dosis tinggi mencegah perkembangan mikroalbuminuria (penyaring ginjal bocor, protein albumin masuk urine) pada diabetes eksperimental.

  1. Meringankan Penderita Autis
    Dilansir dari The Natural Doctors, sebuah penelitian kecil pada anak-anak dengan Autisme menunjukkan perbaikan klinis. Setelah anak mendapatkan suplemen Tiamin selama 2 bulan, nampak perbaikan klinis pada gejala autis.
  2. Meningkatkan Imunitas
    Manfaat vitamin B1 bagi kesehatan berikutnya sering diandalkan oleh banyak atlit. Mengonsumsi suplemen tiamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, dipercaya baik untuk meringankan beberapa penyakit meliputi:
  • HIV/ AIDS
  • Sariawan
  • Glaukoma dan gangguan penglihatan lain
  • Kanker serviks
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Mabuk
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut oleh para ahli, guna memperkuat bukti manfaat vitamin B1 bagi kesehatan.

Efek Samping Vitamin B1 Berlebihan
Mengutip dari Medical News Today, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA),tidak mengkonfirmasi bahaya apa pun dari terlalu banyak vitamin B1. Tetapi memperingatkan tentang penggunaan suplemen.

Sehingga masih terbilang aman, bila Anda mengonsumsi vitamin B1 dari beberapa makanan, seperti buah dan sayur. Namun patut diwaspadai dengan kadar suplemen obat bebas maupun obat resep. Serta bagi Anda yang memiliki alergi terhadap vitamin B1 sintetis (tiamin).

Dilansir dari Alodokter, bila dosis melebihi angka kecukupan gizi (AKG). Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin. Namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Bicaralah dengan dokter Anda sebelum mengambil suplemen vitamin B1. Itu kunci utama, memastikan bahwa Anda memiliki keseimbangan vitamin B yang tepat bagi tubuh.

Dosis Vitamin B1
Demi mencegah efek samping dari konsumsi vitamin B1 yang berlebihan, patut mengetahui dosis yang tepat. Melansir dari National Institutes of Health, dosis yang direkomendasikan (AKG) tiamin atau vitamin B1 yang diminum adalah 1,2 milligram untuk pria. Serta 1,1 milligram untuk wanita di atas usia 18 tahun.

Sedangkan untuk wanita hamil atau menyusui dari segala usia, bisa mengonsumsi 1,4 milligram setiap hari. Lebih rincinya, berdasarkan penelitian ilmiah, berikut dosis yang disarankan, mengutip dari WebMD:

  1. Sebagai cara mengurangi risiko terkena katarak, 10 mg tiamin telah digunakan.
  2. Untuk kerusakan ginjal pada penderita diabetes (nefropati diabetik): 100 mg tiamin tiga kali sehari selama 3 bulan telah digunakan.
  3. Mengatasi kram menstruasi (dismenore): 100 mg vitamin B1, sendiri atau konsumsi bersama 500 mg minyak ikan. Minum setiap hari hingga 90 hari.
  4. Sebagai suplemen makanan pada orang dewasa, 1-2 mg tiamin per hari.
  5. Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk vitamin B1 berdasarkan usia:
  • Bayi 0-6 bulan, 0,2 mg.
  • Bayi 7-12 bulan, 0,3 mg.
  • Anak 1-3 tahun, 0,5 mg.
  • Anak-anak 4-8 tahun, 0,6 mg.
  • Anak laki-laki 9-13 tahun, 0,9 mg.
  • Pria 14 tahun ke atas, 1,2 mg.
  • Perempuan 9-13 tahun, 0,9 mg.
  • Wanita 14-18 tahun, 1 mg.
  • Wanita di atas 18 tahun, 1,1 mg.
  • Wanita hamil, 1,4 mg dan wanita menyusui, 1,5 mg.
  • Pria 19-50, 1,2 mg.
  • Wanita 19-50, 1,1 mg.
  • Pria di atas 51 tahun, 1.2 mg.
  • Wanita di atas 51 tahun, 1.1 mg.
  1. Penggunaan injeksi, khusus gangguan otak yang disebabkan oleh rendahnya kadar tiamin (sindrom Wernicke-Korsakoff). Pihak medis, biasanya memberikan suntikan yang mengandung 5-200 mg tiamin sekali sehari selama 2 hari.