Ketika berbicara tentang penyakit diabetes, telinga kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata diabetes mellitus. Sementara, diabetes insipidus lebih jarang terdengar. Meski sama-sama disebut sebagai diabetes, diabetes insipidus pada dasarnya adalah penyakit yang berbeda dengan diabetes mellitus.

Sementara, diabetes insipidus lebih jarang terdengar.

Meski sama-sama disebut sebagai diabetes, diabetes insipidus pada dasarnya adalah penyakit yang berbeda dengan diabetes mellitus.

Jika diabetes mellitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal, diabetes insipidus tidak terkait dengan kadar gula darah.

Lantas, apa itu diabtes insipidus?

Dilansir dari WebMD, satu-satunya kesamaan yang dimiliki penyakit diabetes mellitus dan diabetes insipidus adalah keduanya membuat penderitanya akan merasa haus dan membuat banyak buang air kecil.

Diabetes insipidus adalah kondisi cukup langka yang menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak urine.

Kebanyakan orang buang air kecil 1 hingga 2 liter sehari. Sementara, penderita diabetes insipidus bisa buang air antara 3 dan 20 liter sehari.

Jika Anda menderita diabetes insipidus, hormon yang membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh Anda tidak berfungsi.

Hormon yang mengalami gangguan ini adalah homron antidiuretik atau antidiuretic hormone (ADH). Hormon yang bisa juga disebut sebagai vasopressin ini dihasilkan oleh hipotalamus, yakni jaringan khusus di otak.

Setelah dihasilkan oleh hipotalamus, hormon antidiuretik disimpan oleh kelenjar pituitari.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik saat kadar cairan di dalam tubuh terlalu rendah.

Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan cairan di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Penyebab diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons hormon antidiuretik seperti biasanya.

Ketika tubuh Anda tidak menghasilkan cukup vasopressin, kondisi ini disebut diabetes insipidus sentral.

Sementara itu, jika tubuh Anda membuat cukup hormon ini, tetapi ginjal Anda tidak merespons sebagaimana mestinya, Anda berarti menderita diabetes insipidus nefrogenik.

Dalam bentuk apa pun, hasilnya sama saja. Di mana, ginjal Anda tidak dapat menyimpan air.

Jadi, meskipun Anda mengalami dehidrasi, ginjal akan tetap mengeluarkan banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat.

Orang yang mengalami diabetes insipidus cenderung akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang lewat urine.